 |
|
Feb 9, 2006
HARI Asyura pada 10 Muharam mengandungi pelbagai peristiwa penting yang boleh dijadikan iktibar dan renungan bersama. Ganjaran pahala besar disediakan kepada umat Islam yang berpuasa sunat pada hari itu.
Antara peristiwa penting dalam sejarah Islam pada hari itu ialah:
- Allah menerima taubat Nabi Adam as sehingga bersih daripada segala dosa dan kesilapannya.
- Allah mengangkat Nabi Idris ke tempat yang tinggi.
- Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim daripada kekejaman raja Namrud yang membakarnya hidup-hidup, namun apabila api padam, Nabi Ibrahim keluar dalam keadaan sihat sejahtera. Ini membuktikan Kebesaran Allah yang Maha Mencipta segala-galanya.
- Allah mengeluarkan Nabi Yusuf daripada penjara setelah merengkuk beberapa tahun berikutan fitnah Siti Zulaikha.
- Allah menyelamatkan Nabi Nuh serta pengikutnya daripada banjir besar yang melanda dunia selama enam bulan.
- Allah memulihkan penglihatan Nabi Yaakub sesudah buta beberapa lama akibat terlalu menangisi kehilangan anaknya, Nabi Yusuf.
- Nabi Yunus keluar daripada perut ikan setelah berada selama 40 hari 40 malam. Baginda terselamat setelah berzikir di dalam perut ikan itu.
- Allah menyelamatkan Nabi Musa yang terperangkap di Laut Merah daripada serangan Firaun dan bala tenteranya dengan membelah laut.
- Allah mengampuni kesilapan Nabi Daud.
- Allah mengurniakan kerajaan yang besar kepada Nabi Sulaiman.
- Allah mengangkat Nabi Isa ke langit sewaktu dikejar kaum pelampau Yahudi yang ingin membunuhnya.
- Hari pertama Allah menjadikan alam.
- Hari pertama Allah menurunkan Rahmat-Nya.
- Hari pertama Allah menurunkan hujan.
- Hari pertama Allah menjadikan Lauh Mahfuz.
- Allah menjadikan Malaikat Jibril.
Sepuluh Muharam adalah hari memperingati dan menghayati kebesaran Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan Firaun bersama bala tenteranya. Berdasarkan lipatan sejarah Islam, Nabi Musa berpuasa pada 10 Muharam sebagai tanda bersyukur di atas kebesaran Allah yang Maha berkuasa menyelamatkan baginda serta pengikutnya daripada ancaman Firaun.
Berpuasa pada hari Asyura sangat besar ganjaran pahalanya. Abu Muslim meriwayatkan sebuah hadis Rasullah saw yang bermaksud: “Rasullah saw ketika ditanya berkenaan puasa pada hari Asyura, baginda menjawab: Amalan itu dapat melupuskan dosa setahun yang lalu.”
Al Baihaqi pula meriwayatkan sebuah hadis yang bermaksud: “Berpuasalah kamu pada hari ke sembilan dan 10 Muharam dan jangan kamu meniru cara orang Yahudi.”
Amalan bersedekah juga turut digalakkan. Abu Musa Al Madani meriwayatkan daripada Umar yang bermaksud: “Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura adalah seperti berpuasa setahun lamanya dan siapa yang bersedekah pada hari Asyura bagaikan bersedekah satu tahun.”
Menggembirakan keluarga dan saudara terdekat juga turut disarankan. Rasulullah saw pernah bersabda yang bermaksud: “Barang siapa yang melapangkan (menggembirakan) keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan lapangkan rezekinya sepanjang tahun itu.”
Berdoa kepada Allah boleh dilaksanakan sepanjang masa, malah ia lebih baik lagi jika dilaksanakan pada waktu yang mustajab. Dalam keadaan berpuasa pada hari Asyura sebaiknya kesempatan perlu diambil untuk berdoa kepada Allah memandangkan orang yang berpuasa itu termasuk di kalangan mereka yang diperkenankan doanya.
Di sepanjang bulan ini juga umat Islam turut digalakkan mengusap kepala anak yatim dan menaruh belas kasihan terhadap mereka. Memperbanyakkan amalan zikir, menziarahi orang sakit dan lain-lain.
Sebenarnya, Muharam adalah bulan pertama mengikut kiraan tahun Hijrah. Banyak amalan yang dianjurkan agama Islam untuk dilaksanakan umatnya sepanjang bulan ini.
Kehadiran Muharam sewajarnya disambut dengan doa: “Ya Allah limpahkan rahmat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhamad saw berserta keluarga dan semua sahabatnya. Ya Allah Engkau zat yang kekal abadi, sedia ada. Dengan anugerah dan kemurahan-Mulah zat Yang Maha Agung, kami menggantungkan nasib.
“Sekarang tahun baru sudah tiba, kami memohon perlindungan sepanjang tahun ini daripada segala godaan syaitan dan jin. Berilah kami pertolongan untuk menghindarkan diri daripada segala nafsu yang mengajak kepada melakukan kejahatan.
“Bimbinglah kami dengan segala yang dapat mendekatkan aku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Semoga selawat tetap ke atas junjungan kami nabi Muhamad saw berserta semua keluarga dan sahabat-sahabatnya.”
Semuga mendapat hidayah.
Posted at 05:22 pm by re4mac
Permalink
Jan 9, 2006
~SELAMAT HARI RAYA AIDILADHA~
Assalamualaikum semua di harap kalian(pegunjung web huduh nih..) sihat selalu....
Maaflah dah lama tak dapat nak update,maklumlah sibuk sikit lonih tak tahu lah kenapa..:D.Bagaimana dengan persedian perayaan kalian tahun ni(seluruh dunia:D)? pastinya kalian sudah pun maklum tentang makna Adha itu sendiri,yang bermakna korban,sama-samalah kita renungi diri kita(termasuk ambo sendiri) apakah antara pengorbanan yang pernah kita lakukan,tidak kiralah samada pengorbanan itu kecil atau besar,insyaAllah, semuanya Allah S.W.T nilai dan hitung,sepetimana asal sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s,mereka termasuk di dalam golongan orang-orang yang sabar.Ingat lagi raya korban tahun lepas masa kat mesir darah sembelihan binatang mengalir di sekitar jalanraya,so sekarang nih susah lah sikit nak tgk darah mengalir kat jalanraya sbb kat malaysia kat tanah lapang banyak lah..huhuh.cuma yang aku sedih sikit sekarang nih ntah kat mana lah aku nak rasa daging unta..kalau tiga tahun sebelum nih senang2 ajer makan kat mesir...:D
Rasanya samai di sini saja dulu tak dapat nak coret panjang-panjang sebab waktu tak mengizinkan jumpa lagi di lain entry.Salam AidilAdha, maaf zahir dan batin..kat bawah ini aku sertakan puisi khas untuk jemaah haji yg aku jumpa dalam akhbar Berita minggu, selamat membaca..
SEMULUS KIBLATMU
Kini Aku berpijak di bumi yang kudus Dengan niat yang satu Di atas sabil impian Di dalam lipatan kerinduan Yang di sulami takbir kesyahduan Bila mengagung duli kebesaran Bila mendamba makhota maghfirah Di dalam istana Raudhah Ada manik-manik sani yang lencun mencucuri setiap rintihan lisan insani Yang tidak mungkin di mungkiri
Di kala menatap bungkah segiempat yang agam itu Figura ini sering di ipuk pilu Bila ilusi nakal menari-nari Menyapa kotak fikir waras Namun nirmala sufi sering mengintai diri Lalu menghapus kamar kejahilan Lalu menerbitkan lembaran keinsafan Berbaur bibit-bibit keikhlasan Di setiap detik nadi masa
Kini Lisanku merintih lagi Di dalam ruang pengabdian Pinta di kalungkan darjat yang mabrur Dalam bejat kelana Kerana jiwa ini meyakini KeizzahanMu itu persis Semulus KiblatMu
Posted at 03:47 pm by re4mac
Permalink
Nov 24, 2005
~:Renungan:Surat sayang...:~
Surat Sayang Dari ALLAH SWT
Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau
akan berbicara kepada KU, walaupun hanya sepatah kata meminta
pendapatKU atau bersyukur
kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam
hidupmu hari ini atau kemarin ......
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja .......
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada
sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,
tetapi
engkau terlalu sibuk .........
Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas
menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU
Melihat engkau menggeerakkan kakimu. AKU berfikir engkau akan
berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan
menghubungi seorang teman untuk mendengarkan
kabar terbaru.
AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan
sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau
terlalu sibuk mengucapkan sesuatu
kepadaKU.
Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling, mungkin
engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya
mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat
beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut
sebelum menyantap rizki yang AKU
berikan, tetapi engkau tidak melakukannya .......
masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap engkau akan
berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah
kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau
kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau
menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya,
tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg
ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau
menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau
tidak berbicara kepadaKU .........
Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat
ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut.
Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang
lain. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah
kata, do'a, pikiran atau syukur dari
hatimu.
Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan kembali AKU
menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku
sedikit waktu untuk menyapaKU .......Tapi yang KU tunggu
........ tak kunjung tiba ...... tak
juga kau menyapaKU.Subuh ........ Dzuhur ....... Ashyar ..........
Magrib ......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan
AKU.....tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada rasa, tak
ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU.........Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU????? Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingatkepadaKU ............!!!!!!! Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU, bersujud menghadap KU ...... Yang selalu menyertaimu setiap saat ........
Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk
mengirimkan surat ini kepada orang2
yang kita sayangi???
Untuk mengingatkan mereka bahwa segala apapun
yang kita terima hingga saat ini, datangnya hanya dari
ALLAH semata
(copy paste dari ekpkm group:D)
Posted at 11:18 am by re4mac
Permalink
Nov 16, 2005
AssalamualaikuM wrt wbt
Kami abna` al-Jazari menjemput seluruh abna` MTAQWQ dan rakan-rakan yang sedang memperjuangkan I|mu Allah ke rumah kami di :
MaKTaBaH NaSR, Seksyen 7, Kota Raya Nasr, Kaherah
pada :
Tarikh : 15 Syawal 1426 bersamaan 17 November 2005
Hari : Khamis
Jam : 1.00 tengah hari hingga 3.00 petang
Sila sebarkan maklumat ini kepada yang belum mengetahuinya.
Sekian, wassalam.
P/S: Khususnya yg berada di Mesir...yg duk kat UK, Malaysia @ mana-mana ajer lah..boleh jugak nak datang..hehehe
Posted at 06:02 pm by re4mac
Permalink
Nov 14, 2005
ISTERI TERSAYANG & E-MAIL
Seorang lelaki telah menginap di sebuah hotel di KL.
Terdapat sebuah komputer di dalam bilik hotel itu. Dia
pun mengambil keputusan untuk menghantar e-mail kepada
isterinya.
Malangnya, dia telah tersalah taip alamat e-mail
isterinya dan tanpa mengetahui kesilapan itu, dia pun
terus menghantar e-mail tersebut. Di sebuah rumah di
Kedah pula, seorang janda baru sampai ke rumahnya
selepas pulang daripada majlis pengebumian suaminya.
Janda tersebut mengambil keputusan untuk menyemak
e-mailnya untuk melihat sekiranya terdapat mesej
daripada saudara-mara dan teman-temannya. Selepas
membaca e-mail pertama itu si janda tersebut pun
pengsan. Anak lelaki janda tersebut pun bergegas ke
bilik ibunya dan mendapati ibunya terlentang di lantai
dan dia pun membaca mesej di dalam skrin komputer:
To : Isteri kesayanganku
Date : 16 May 2002
Subject : Abang telah selamat sampai
Abang tahu Sayang pasti akan terkejut dengan kehadiran
mesej ini. Mereka telah menyediakan komputer di sini
pada ketika ini dan kita boleh menghantar e-mail
kepada sesiapa sahaja terutama insan kesayangan kita.
Abang telah selamat sampai dan telah menginap dengan
aman di sini. Abang lihat semuanya telah di sediakan
di sini untuk kedatanganmu pada hari esok.Semoga
berjumpa denganmu nanti, Sayang. Abang harap
perjalananmu ke sini nanti lebih bermakna seperti apa
yang telah Abang lalui ketika ini..
(Hati2 yerk bila nak send email...tu yg dah kahwin laa...yg belum pun kena berhati2 jugak..:P)
Posted at 02:47 pm by re4mac
Permalink
Adapun orang yang beriman dengan iman yang benar, yang telah berjanji dengan Allah untuk bekerja di jalan da'wah, maka sesungguhnya dia akan beriltizam dengan Sunnah Rasulullah saw, lalu dia berikhtiar sebaik-baiknya untuk memilih isteri yang solehah, yang akan menolongnya melaksanakan tugasnya di dalam urusan da'wah Islam dan bukan merintangi aktivitinya. Isteri inilah yang akan bekerjasama dan membentuk zuriat (generasi) yang baik untuk menjadi penyejuk mata dan menggembirakan hati. Anak ini nanti yang akan memuliakan agama Allah dan membangun Daulah Islamiyah di muka bumi.
Alangkah baik dan indahnya doa hamba Ar-Rahman yang terlukis di dalam Al-Qur'an:
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa." (Al-Furqan: 74)
Oleh kerana itu, dia bersama dengan isterinya dan anak-anaknya senantiasa berada di atas jalan da'wah ini. Dia bersama keluarganya dan jamaah Islam berjalan terus di atas jalan da'wah dan menjadi qudwah hasanah, (contoh teladan yang baik). Sebagai keluarga Islam mithali (teladan) dan menjadi tiang yang teguh untuk membangun masyarakat Islam.
Kita telah melihat dalam sejarah da'wah Islam di masa lalu dan di zaman moden ini, banyak isteri-isteri solehah yang telah menunjukkan jasa-jasa yang besar dan gemilang, menjadi pembantu, penyokong dan pendorong suaminya. Contoh paling ideal dan paling istimewa dari isteri solehah ini ialah as-Sayidah Khadijah, ummul Mu'minin pertama dan utama. Sumber ummat Islam ini tidak pernah kering dari kebaikan sepanjang masa.
Dapat juga disaksikan pada zaman moden ini berapa banyak contoh dan teladan yang indah dan istimewa dari isteri-isteri Muslimah solehah, yang sabar dan tabah menanggung penderitaan bertahun-tahun bahkan berpuluh-puluh tahun berhadapan dengan berbagai bentuk gangguan, gugatan dan penyiksaan, yaitu berupa gangguan jiwa dan perasaan tatkala suami-suami mereka dipaksa masuk penjara yang gelap gulita dan penuh penyiksaan yang kejam dan sengsara. Namun isteri-isteri solehah itu menerima segala-galanya dengan redha dan gembira dengan mengharapkan keredhaan Allah, bahkan mereka tegak dan melindungi, mendidik, mengurus anak-anak mereka, dan memenuhi segala keperluan hidup mereka tanpa henti dan jemu, di samping itu mereka senantiasa menenangkan hati suami mereka.
Ada pula sebahagian dari isteri solehah itu dimasukkan ke dalam penjara yang gelap gulita dan ke dalam tahanan penuh dengan berbagai gangguan dan penyiksaan. Namun mereka tetap tabah dan bersabar serta redha menanggung yang demikian itu tanpa lari dari jalan da'wah dan tidak pernah beranjak dari jihad dan perjuangan Islam.
[Tariqud-Da'wah - Utz. Mustafa Masyhur]
Posted at 02:43 pm by re4mac
Permalink
Nov 7, 2005
~:KEUTAMAAN PUASA ENAM DI BULAN SYAWAL :~
Assalaamu'alaikum....
Barangsiapa menanam pokok kerana mengharapkan buahnya,
dia akan menyiramnya pada waktu-waktunya. Tanda
menyerapnya pohon itu terhadap air ialah daun-daunnya
menjadi hijau subur. Apabila telah subur dan berlalu
beberapa lama, kemudian terkena panas matahari dan
daun-daunnya menjadi kering, nyatalah pokok itu tidak
menyerap air. Apabila daunnya tidak kering, malah
menghijau, nyatalah pohon itu menyerap air.
Begitu juga dengan keadaan manusia, di dalam bulan
Ramadhan mereka berpuasa, mengerjakan solat, membaca
Al Quran dan melakukan berbagai-bagai amalan kebaikan
dan kebajikan. Iaitu semata-mata mengharapkan
diterimanya semua amalan dengan sebab berkatnya bulan
Ramadhan. Tanda diterimanya segala amalan itu ialah
sesudah bulan Ramadhan dia masih tetap selalu taat dan
selalu beribadah.
Puasa enam di bulan Syawal ialah amalan Rasulullah,
para sahabat dan orang-orang soleh. Banyak
kelebihan-kelebihan dan keutamaannya yang disebut oleh
Rasulullah saw dan orang-orang soleh. Sabda Nabi saw.:
“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian
mengikut sertakannya enam hari di bulan Syawal, maka
dia terlepas dari dosa-dosanya sebagaimana dia
dilahirkan oleh ibunya.”
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian
menyertakan bulan Ramadhan itu dengan puasa enam hari
dari bulan Syawal, dia seperti berpuasa setahun
penuh.”
Seterusnya sabda Nabi saw.:
“Orang yang berpuasa sesudah bulan Ramadhan seperti
orang yang mengulangi (perang) sesudah melarikan
diri.”
Ertinya siapa yang telah selesai berpuasa kemudian
berpuasa lagi seperti orang yang lari dari medan
peperangan kemudian kembali kepada perang. Maksudnya
dia telah berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa
enam hari di bulan Syawal.
Seorang soleh, Asy Syu’bi berkata:
“Berpuasa satu hari sesudah Ramadhan itu lebih disukai
daripada berpuasa satu tahun penuh.”
Memang banyak rahsia dan hikmah berpuasa enam hari di
bulan Syawal itu. Sabda Rasulullah saw.:
“Sesungguhnya Allah telah menciptakan tujuh langit dan
bumi ini selama enam hari di bulan Syawal. Barangsiapa
berpuasa enam hari di bulan Syawal itu, maka Allah
mencatat baginya kebaikan sebanyak bilangan makhluk
yang telah diciptakan dan menghapuskan semua
kejahatannya serta mengangkat pula akan darjatnya.”
Sabda Nabi saw. lagi:
“Sesungguhnya mayat itu mempunyai enam ratus anggota
badan dan pada tiap-tiap anggota badannya itu terdapat
seribu mulut kecuali hati, sebab hati itu tempat
ma’rifat (ilmu). Barangsiapa berpuasa pada yang enam
ini Allah meringankan dia dalam sakaratul maut seperti
mudahnya meminum air sejuk bagi orang yang dahaga.”
Sufyan Ats Tsauri bercerita:
“Saya tinggal di Makkah selama tiga tahun lamanya dan
adalah seorang laki-laki ahli Makkah yang selalu
datang ke Baitulharam setiap waktu zohor dan dia
bertawaf di Kaabah dan solat, kemudian dia memberi
salam kepada saya dan terus pulang sehingga saya kenal
baik dengan dia dan dia pun kenal baik dengan saya.”
Pada suatu hari dia menderita sakit dan memanggil saya
serta berkata: “Kalau saya meninggal dunia,
mandikanlah saya, sembahyangkanlah saya dan
kebumikanlah serta jangan engkau tinggalkan saya
sendirian di dalam kubur pada waktu-waktu malam.
Bermalamlah di dekat kubur saya serta ajarlah saya
kalimat Tauhid ketika mulai ada pertanyaan Mungkar
Nakir.”
Tatkala telah aku kerjakan apa-apa yang dia
perintahkan dan aku bermalam di kuburnya sedang aku
dalam keadaan antara tidur dan berjaga tiba-tiba aku
mendengar suara: “Hai Sufyan Ats Tsauri tidak perlulah
bagi mayat ini engakau jaga dan engakau ajar Tauhid.”
Maka aku bertanya: “Mengapa demikian?”
Suara itu menjawab: “Sebab dia telah berpuasa bulan
Ramadhan dan kemudian berpuasa pula enam hari di bulan
Syawal sesudah Ramadhan.”
Aku terbangun dan tiada seorang pun di situ, aku terus
ambil wuduk dan tidur semula. Aku bermimpi seperti itu
sampai tiga kali, fahamlah aku bahawa mimpi itu dari
Allah yang Maha Rahman dan bukan dari syaitan
terkutuk. Aku terus pulang dari kuburnya sambil
berdoa:
“Ya Allah kurniakanlah aku pertolongan untuk
mengerjakan puasa bulan Ramadhan dan mengikut
sertakannya dengan enam hari pada bulan Syawal.”
Seorang wali Allah, Abdul Wahab, pula berkata:
“Rahsia di dalam perintah puasa pada enam hari ini
ialah kerana sesungguhnya nafsu itu mungkin
kemahuannya telah menemukan sasaran syahwatnya di hari
raya, sehingga telah terjadilah kelengahan dan
tertutup hatinya, enam hari berpuasa itu seakan-akan
penebusnya terhadap apa-apa yang kurang dalam
perlaksanaannya dan cela-cela (yakni meninggalkn
perkara sunat) di dalam berpuasa.”
Cara puasa enam hari, seelok-eloknya dibuat
berturut-turut. Kata ulama: “Yang lebih utama puasanya
enam hari itu berturut-turut tidak berpisah, kerana
berturut-turut itu lebih mendekatkan terangnya hati
daripada berpisah-pisah.”
Dengan berpuasa berturut-turut kita dapat merasakan
seperti puasa di dalam bulan Ramadhan. Semasa berpuasa
itu eloklah dilakukan amalan-amalan seperti apa yang
dilakukan dalam bulan Ramadhan.
Semoga kita dapat menjadi hamba Allah yang taat, yang
dapat memelihara diri dari kemungkaran dan terpimpin
menuju keredhaan Allah.
Posted at 08:33 am by re4mac
Permalink
Nov 4, 2005
Siti Nurhaliza mengaji
|
|
Ramai yang sudah tahu kemerduan suara dan bakat Siti Nurhaliza sebagai penyanyi. Tetapi berapa ramai pula peminat yang pernah mendengar penyanyi popular itu mengalunkan bacaan ayat-ayat suci al-Quran?
Anda akan dapat menyaksikan Siti Nurhaliza mengaji al-Quran dalam satu program televisyen (TV) tidak lama lagi.
Menurut Siti, ini adalah kali pertama dia mengaji untuk diperdengarkan kepada khalayak menerusi kaca TV.
"Siti rasa gembira kerana dapat peluang ini. Ini kali pertama Siti mengaji di TV tetapi sebelum ini Siti pernah mengadakan majlis khatam al-Quran semasa perkahwinan kakak Siti (Ida) pada 1996.
"Melalui cara ini Siti dapat mempertingkatkan lagi mutu bacaan al-Quran Siti. Ini satu pengalaman yang baik untuk Siti kerana sebelum rakaman dimulakan, Siti dilatih oleh seorang guru al-Quran iaitu Ustaz Mohd. Taha Hassan, 24, yang merupakan anak kepada guru al-Quran terkemuka, Datuk Hassan Azhari.
"Siti bersyukur kerana dapat bimbingan daripada anak guru al-Quran terkenal. Walaupun ada sedikit kesukaran tetapi Siti seronok dapat menambah ilmu.
"Siti ambil masa hampir sejam untuk memperbaiki bacaan Siti sebelum rakaman program itu dimulakan.
"Selain itu, Siti juga hadapi sedikit masalah daripada segi tajwid dan harakat.
"Bagaimanapun Siti rasa puas walaupun cuma dapat belajar dua ayat dalam program ini,'' ujar Siti sewaktu ditemui selepas rakaman program itu di Cheras, Kuala Lumpur petang kelmarin.
Sementara itu, Mohd. Taha berkata Siti tidak menghadapi masalah untuk membaca al-Quran kerana penyanyi berusia 27 tahun ini mempunyai mutu suara yang baik.
"Siti boleh mengaji dengan baik. Dia tidak menghadapi masalah untuk melagukan atau melenggokkan sesuatu ayat itu mengikut hukum-hukum yang sudah ditetapkan.
"Cuma Siti perlu berlatih lebih lagi daripada segi makhraj iaitu bagaimana cara untuk menyebut huruf dengan betul.
"Siti juga ada sedikit kelemahan untuk memulakan bacaan, tempat berhenti atau istilahnya dipanggil wakof ibtida,'' kata Mohd. Taha yang mempunyai ijazah Usuluddin Tafsir dari Universiti Al-Azhar, Mesir.
Rakaman Siti mengaji itu akan disiarkan menerusi TV1 pada 20 dan 21 Oktober ini, beberapa minit sebelum azan maghrib disiarkan.
Selain Siti, Mawi (Akademi Fantasia 3), Bienda, Datuk Sarimah, Nash (Lefthanded) dan Munif (Hijjaz) turut menjayakan program yang akan disiarkan secara berasingan mulai 19 Oktober hingga 2 November ini.
Melalui program ini, Siti memperdengarkan bacaan surah Al-Baqarah ayat 22 dan ayat 164. |
|
Posted at 07:11 am by re4mac
Permalink
AsSaLaMuAlaiKuM W.b.T...SaLaM AiDiLfItRi BuAt SeMuA...=) NaK JuGaK AmIk KeSeMpAtAn NiE uTk MeMoHoN MaAf ZaHiR DaN BatIn Di aTaS SeGaLa SaLaH SiLaP ScR SeDaR AtAuPun TiDaK SeDaR..ArAp2 SuDiLaH KiRaNyA DiRi InI DiMaAfKan...dAn DiHaLaLkAn MaKaN MiNuM..
Posted at 07:09 am by re4mac
Permalink
Nov 1, 2005
~:Perutusan Aidilfitri Presiden PAS:~
Monday, October 31 @ 15:25:58 MYT
Oleh Dato' Seri Tuan Guru Abdul Hadi Awang
Assalamualaikum wmt wbh;
BERSYUKUR kita ke hadrat Allah SWT yang memberikan limpah kurnia dan kekuatan untuk menyempurnakan ibadah puasa pada bulan Ramadan tahun ini dan mudah-mudahan kita memperolehi takwa yang dijanjikan-Nya.
Bulan yang penuh keberkatan ini adalah bulan ibadah yang paling berharga terutama amalan pada malam al-Qadar yang hanya ada pada bulan ini. Saya yakin setiap amalan kita yang ikhlas akan mendapat balasan yang sewajarnya.
Dalam kita menyambut 1 Syawal, sayugialah umat Islam semuanya mensyukuri nikmat Allah dengan mengamalkan sikap bersederhana dalam sambutan Aidilfitri.
Pembaziran adalah dilarang oleh agama kita manakala sambutan di luar batas syarak mestilah dijauhi. Satu Syawal sesungguhnya bukan pesta makanan dan hiburan yang melampau tetapi adalah waktu kita menzahirkan kesyukuran melalui aktiviti silaturrahim sesama insan.
Ketika kita semua bergembira, umat Islam harus berdukacita dengan gejala negatif yang berterusan melanda sebahagian masyarakat kita hari ini.
Keruntuhan akhlak di kalangan anak muda kita mesti diberikan perhatian bersungguh-sungguh yang menyeluruh, sama ada melalui pendidikan, kawalan media, pembinaan institusi keluarga yang mantap dan mungkin melalui undang-undang yang sesuai.
Kerajaan saja tidak mungkin berkeupayaan seperti yang kita telah saksikan selama ini. Maka saya mengajak semua rakyat mengangkat agenda pembinaan masyarakat ini secara bersama.
Umat Islam harus menyedari bahawa ancaman terhadap mereka berterusan termasuk sepanjang bulan Ramadan yang lalu. Di bumi suci Palestin, ribuan rakyatnya terus menjadi mangsa kezaliman tentera rejim Zionis Israel.
Masjid Al-Aqsa yang menjadi kiblat pertama umat Islam masih lagi di tangan Zionis. Siapakah yang akan membebaskan bumi suci ini?
Di Iraq, penaklukan oleh kuasa-kuasa besar terus ditolak oleh rakyat melalui pengeboman hampir setiap hari. Begitu juga di Chechnya di mana umat Islam sentiasa menjadi mangsa kekejaman tentera Rusia yang melakukan kezaliman tanpa sebarang perikemanusiaan.
Begitu juga dengan nasib saudara se-Islam serta serumpun kita di Selatan Thailand. Mereka terus dinafikan hak dan semestinya diberikan pembelaan oleh seluruh umat Islam. Saya juga ingin membuat seruan khusus kepada seluruh masyarakat dunia khasnya umat Islam untuk membantu mangsa-mangsa gempa bumi di Pakistan dan Kashmir.
Tanggungjawab umat Islam yang terpisah akibat pembahagian geografi dan politik ini bukan sekadar menginsafi peristiwa sedih ini tetapi lebih daripada itu ialah mencari jalan supaya umat Islam dihormati haknya untuk terus hidup dalam mana-mana negara dengan hak asasi mereka dilindungi. Tindakbalas melalui keganasan semata-mata tidak mungkin boleh menghasilkan penyelesaian kepada kegawatan ini.
Yang perlu ialah tindakan bersatu dan tegas umat Islam termasuk oleh kerajaan negara Islam, gerakan Islam, pertubuhan bukan kerajaan (NGO) Islam dan badan Islam antarabangsa seperti Pertubuhan Persidangan Islam (OIC), bagi menyuarakan tuntutan keselamatan umat Islam seluruh dunia.
Jika umat Islam yang terpisah ini bertindak mengikut kepentingan negara dan kelompok masing-masing, percayalah kita akan ditindas secara berterusan dan sistematik.
Mungkin kita di Malaysia yang sedang aman ini boleh menerajui agenda besar ini.
Akhirnya, marilah kita memohon keampunan kepada Allah SWT atas segala kekurangan dan kesilapan yang kita lakukan sepanjang tahun yang lalu dan berdoa agar masa depan umat Islam lebih berjaya dan meningkat daripada sebelumnya.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar; Walillahil Hamd.
Posted at 02:42 pm by re4mac
Permalink
|
|
|
 |
|
 |